Bayangkan: kamu tidak perlu bekerja,
tidak perlu ikut rush hour orang kantoran, tidak perlu menghadap bos yang
cerewet, tidak perlu menjilat, tidak perlu membuat usaha. Bahkan, kamu tidak
perlu melakukan apa-apa. Saham yang kamu miliki menghasilkan uang yang cukup
untuk kamu hidup enak, santai, dan masih terus tumbuh. Saya yakin semua orang
punya impian seperti itu. Robert Kiyosaki menyebutnya “Financial
Freedom“.
Tapi, ada satu masalah: kamu tidak berasal dari keluarga super kaya, tapi seperti kebanyakan orang di Indonesia, kamu berasal dari kelas menengah dan menengah bawah. Kamu tidak punya modal bermilyar-milyar untuk membuat pabrik, dan pabrik-pabrik di Indonesia pun tutup kalah bersaing dengan Cina. Kamu tidak punya keahlian yang sangat tinggi untuk bersaing dengan ahli-ahli di Amerika atau Singapura. Kamu hanya orang biasa. Bisakah impian itu tercapai?
Tapi, ada satu masalah: kamu tidak berasal dari keluarga super kaya, tapi seperti kebanyakan orang di Indonesia, kamu berasal dari kelas menengah dan menengah bawah. Kamu tidak punya modal bermilyar-milyar untuk membuat pabrik, dan pabrik-pabrik di Indonesia pun tutup kalah bersaing dengan Cina. Kamu tidak punya keahlian yang sangat tinggi untuk bersaing dengan ahli-ahli di Amerika atau Singapura. Kamu hanya orang biasa. Bisakah impian itu tercapai?
Jawabannya: Bisa. Tapi kamu harus mulai sedini mungkin. Kamu harus mulai sekarang. Kamu harus mulai investasi saham. Tidak ada di sejarah manusia ada instrumen investasi yang bisa dimiliki “orang biasa” yang bisa membawanya ke puncak kekayaan. Lihat Warren Buffett. Dia mulai dengan $100, tapi dia mulai dari awal. Ada 7 alasan kenapa investasi saham harus dimulai sedini mungkin. Apa saja? Ayo kita simak bersama.
#1. Imbal Hasil Tinggi
Saham merupakan instrumen investasi
yang memberikan imbal hasil (return) paling tinggi dibandingkan dengan
instrumen investasi lainnya. Coba kamu pikirkan: bunga tabungan biasa cuma 1,5%
sampai 2%, bunga deposito 6% sampai 6,5%, emas malah tidak memberikan hasil,
malah stagnan atau turun, sedangkan investasi properti mahal dan tidak likuid.
Di tengah iklim ekonomi yang sesuai, investasi saham normalnya tumbuh antara
25% sampai 30% per tahun. Warren Buffett punya rata-rata sekitar 13% per tahun,
dan dia adalah orang terkaya di dunia. Bayangkan yang bisa dicapai dengan
saham.
#2. Resiko Terbatas
Resiko investasi saham sebenarnya
terbatas. Kamu hanya bisa bangkrut jika kamu tidak mengikuti aturan-aturan yang
jelas sudah ada dan bisa diikuti oleh siapa saja. Jika kamu tahu tentang
valuasi saham, maka kamu bisa mencari saham-saham dengan fundamental yang
jelas. Jika kamu mau lebih praktis, kamu bisa mempelajari gerak-gerik pasar
melalui analisa teknikal dan grafik-grafiknya. Sangat sulit bagi kamu
(sebenarnya) untuk kehilangan seluruh modal kamu di saham. Beda dengan forex
dan komoditas dimana kemungkinan bangkrut jauh lebih tinggi. Tapi tidak di
saham. Di saham, resikonya terbatas.
#3. Investasi Saham itu Keren
Bagi wanita: kalau kamu disuruh
memilih antara pacar yang punya account saham dan yang punya buku tabungan
saja, pilih yang punya account saham. Hidupnya pasti lebih berwarna dan
wawasannya jauh lebih luas. Selain itu, dia juga pasti punya buku tabungan.
Kamu akan mengetahui cara-cara riset pasar dan cara mencari peluang. Tidak usah
takut tidak punya pacar, di belahan dunia manapun semua wanita memburu pria
yang mengerti saham. Bagi trader wanita: tentunya pria lebih senang jika
pacarnya nyambung diajak diskusi.
#4. Mulai dari Yang Kecil
Bola salju yang besar dimulai dari
kecil, dan menjadi besar dengan sendirinya ketika dia menggelinding. Kamu bisa
menceritakan pada pacar kamu nanti bahwa kamu mulai dari Rp100.000,- dan
sekarang aset kamu Rp100 milyar. Itu akan memberikan nilai plus di matanya
karena melihat pertumbuhan aset yang besar selama kamu hidup. Semakin dini kamu
mulai, maka kamu butuh modal yang lebih kecil. Saham itu tentang waktu. Lihat
poin #5.
#5. Bunga Majemuk
#5. Bunga Majemuk
Atau, istilah kerennya compound
interest. Einstein pernah berkata bahwa keajaiban dunia yang kedelapan adalah
bunga majemuk. Buatlah keajaiban dunia ini berada di pihakmu, bukan di pihak
bank penerbit kartu kredit. Lebih bagus lagi, miliki saham bank tersebut dan
jadi pemiliknya. Buat para direktur bank itu bertekuk lutut di hadapanmu karena
kamu ownernya. Jika bunga majemuk sudah menjadi temanmu, maka asetmu akan terus
tumbuh, dan tumbuh, dan tumbuh, tanpa perlu campur tangan dari kamu sama
sekali. Coba tanyakan kepada pemilik saham UNVR (PT Unilever Tbk) yang punya
dari tahun 90-an. Mungkin ada yang sudah mencetak lembar sahamnya…
#6. Lebih Aman
#6. Lebih Aman
Boneka Daruma jika dipukul jatuh
bisa bangun lagi dengan sendirinya. Tapi pukul orang tua hingga jatuh, dia
tidak akan bangun lagi. Tidak ada semangat, gairah yang hanya dimiliki oleh
orang muda. Soekarno pernah berkata, “Berikan aku sepuluh anak muda, dan akan
kuguncang dunia.” Beri aku sepuluh anak muda, akan kuguncang dunia persahaman.
Mulai sekarang, ketika kamu muda, dan jika kamu bangkrut, kamu akan mudah untuk
mengumpulkan modal lagi. Bekerja (sementara) untuk mengumpulkan modal trading
jauh lebih menyenangkan daripada terjebak di karir yang tidak memuaskan.
#7. Pensiun Dini dan Bersenang-senang
Umur berapa kamu ingin pensiun?
Kurangi dengan 15 tahun. ITU adalah masa kamu berjuang. Jika umur rata-rata
orang sekarang 60 tahun, dan kamu menghabiskan 23 tahun pertamamu untuk
belajar, saya pikir kamu harus bersenang-senang minimal 23 tahun juga dari umur
kamu. Itu memberikan kamu 14 tahun untuk mencari uang. Jika kamu tidak mulai
dari sekarang, kamu pasti akan hidup susah di masa tuamu, sementara para
investor saham yang mulai dari dini sedang bersenang-senang di Hawaii dengan
pacar keduanya.